Cara Proteksi dan Mengembalikan Data yang Hilang pada Flashdisk



Seperti yang kita tau, flashdisk adalah salah satu tempat penyimpanan portable yang mudah dibawa kemana-mana. Kapasitasnya pun beragam, mulai dari 2GB, 4GB, 8GB, 16GB, dll.
Saya pribadi dalam aktifitas pekerjaan tidak pernah lepas dari benda satu ini, karena memang kegunaannya sangat penting untuk memindahkan dokumen maupun program dari komputer saya ke komputer/laptop oranglain.

Ngomongin masalah komputer, tidak akan pernah lepas dari yang namanya "virus".
salah satu program kecil yang sangat menjengkelkan hati, hehehe (apalagi kalo komputer Boss/Dosen yang jadi sumber virusnya, haha apes deh).
Prnah dulu data di dalam flashdisk saya rusak sebagian bahkan hilang semuanya gara-gara ulah si kecil ini.
Namun bagi yang punya pengalaman sama, tidak perlu khawatir, kali ini saya akan sharing cara saya melindungi flashdisk agar aman dari serangan virus.

Ohya, komputer yang saya gunakan untuk kerja sehari-hari (office, multimedia, browsing, termasuk ngetik tulisan di blog ini) menggunakan sistem operasi "bukan" Windows.

Saya lebih memilih Sistem Operasi berbasis Linux.
kenapa saya memilih linux?
Alasan utamanya adalah keamanan, tentu saja. Virus yang dibuat untuk OS Windows tidak akan berjalan di Linux, dan virus yang tidak kelihatan di Windows akan terlihat semuanya sampai akar-akarnya di Linux.

Anda bisa menjalankan Linux tanpa harus menginstallnya di komputer/laptop dengan cara mendownload salah satu distro linux (di sini saya menggunakan Linux Mint Mate), kemudian burning ke Dvd dan saat booting pilih saja versi livenya.

Setelah masuk ke tampilan desktop Linux (tampilan nggak jauh beda dari windows), colokkan saja flashdisk yang datanya hilang, tidak terbaca, atau penuh file asing  saat dibuka di windows.
Kemudian buka file manager (windows explorer-nya Linux), buka drive flashdisk anda, dan.. Taraa!! Semua virus akan terlihat, capcuss Gan! langsung hapus semua file dan program virusnya.
Setelah itu, eject flashdisk, cabut, dan pasang ke laptop/komputer Windows yang sehat dan sudah terinstall Panda Antivirus (atau terserah apa saja).
Buka antivirusnya, klik "Usb Protection", klik "ON" pada pilihan "Automatically vaccinate every USB drive inserted into the PC".
Selesai...
Flashdisk sudah aman dari ancaman virus.

Mungkin itu saja dari saya, terimakasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca blog ini.
Semoga bermanfaat. :D

Apa itu Condensator?


Condensator adalah salah satu komponen pasif yang terbuat dari dua buah keping plat dan antara kedua keping itu diberi suatu bahan yang mempunyai nilai dialektrikum.
Pada dasarnya berfungsi menyimpan muatan listrik. Kemampuan menyimpan muatan listrik ini disebut kapasitas, satuan kapasitas ini adalah Farad  dan diberi notasi huruf C.

Menurut nilai kapasitas pada komponen, condensator dapat dibagi menjadi 2 jenis condensator yaitu:

  1. condensator tetap (nilai kapasitasnya tetap)
  2. condensator tidak tetap (nilai kapasitasnya dapat dirubah sesuai keinginan)
Contoh condensator tetap: 
  • Condensator Milar, yaitu condensator yang mempunyai bahan dialektrikum atau bahan penyekatnya dari bahan milar.
  • Condensator Keramik, yaitu condensator yang mempunyai bahan dialektrikum atau bahan penyekat dari bahan feader atau kertas.
  • Condesator Tantalum
  • Condensator Film
  • Elco, merupakan komponen condensator yang mempunyai polaritas positif dan negatif pada kaki komponen tersebut. Pemasangan elco pada rangkaian tidak boleh terbalik, harus sesuai dengan tegangan polaritasnya. 
Contoh condensator tidak tetap:
  • Varco (Variable Condensator), komponen ini nilainya dapat dirubah dengan cara memutar pada bagian poros putar.
  • Trimmer Condensator, komponen ini nilai kapasitasnya dengan memutar pada bagian lubang tengah dengan memakai obeng trim.


Memperbaiki Laptop Tidak Menyala

Mati Total: Saat charger dicolokkan ke laptop, lampu tidak menyala sama sekali, dan ketika menekan tombol power tidak terjadi apa-apa dan tidak ada suara atau tanda-tanda hidup

Solusi: 
  • Cek dan uji adaptor/charger, jika mati maka solusinya mengganti charger.
  • DC jack rusak atau terlepas dari mainboard (tidak mendapatkan daya listrik dari charger), solusinya ganti jack yang rusak tsb. 
  • Mainboard rusak (kemungkinan besar tidak usah diperbaiki deh)

Laptop Menyala, Layar Blank: Laptop menyala, lampu LED menyala, fan laptop bekerja tapi tidak ada yang muncul di layar, gambar redup pun tidak ada.

Solusi: 
  • Cek / ganti memory (RAM)
  • jika masih tidak menyala, kemungkinan Mainboard atau Prosesor (bawa ke tukang service)

Komponen Induktor


Induktor atau kumparan adalah salah satu komponen pasif elektronika yang tersusun dari lilitan kawat dan bisa menghasilkan medan magnet bila dialiri arus listrik dan sebaliknya bisa menghasilkan listrik  bila diberi medan magnet. Induktor termasuk komponen elektronika yang bisa menyimpan muatan listrik. Pada umumnya induktor dibuat dari kawat penghantar tembaga yang berbentuk kumparan atau lilitan yang beremail.  maksud dari kawat itu diberi email supaya tidak terjadi korleting (hubung-singkat).

Komponen Induktor ini apabila dialiri listrik akan menimbulkan induksi diri, besarnya induksi diri ini dinyatakan dalam satuan Henry dan diberi notasi huruf L (Lentz).

Contoh komponen Induktor:
Trafo Step-Up

Loud Speaker

  • Trafo MF (induktor yang berfungsi sebagai penstabil frekuensi gelombang modulasi dan berinti batang ferit)
  • Trafo Daya (berinti besi berfungsi sebagai power suply arus listrik AC, menurut penggunaannya terbagi dua yaitu sebagai penurun tegangan / step-down,dan penaik tegangan / step-up)
  • Trafo Input (berinti besi berfungsi sebagai pengendali signal audio pada rangkaian driver)
  • Loudspeaker (berinti besi dan bagian mukanya berselaput membran. Berfungsi untuk membangkitkan suara. ada 3 jenis menurut nada yang dikeluarkannya: Woffer untuk nada rendah, Tweeter untuk nada tinggi/tribel, Midle untuk nada menengah)
  • Dll





Komponen Hardware Komputer



Hardware dalam bahasa Indonesia disebut sebagai "Perangkat Keras" merupakan salah satu komponen sebuah Komputer yang bisa dilihat dan diraba secara langsung dan nyata, fungsinya adalah untuk mendukung proses komputerisasi.

Hardware dapat bekerja berdasarkan perintah yang ditentukan. Dengan adanya perintah yang dapat dimengerti oleh hardware tersebut, maka para hardware ini dapat bekerja melakukan berbagai kegiatan yang sudah ditentukan oleh si pemberi perintah.

Hardware/Perangkat Keras terbagi menjadi 4 kategori:

  1. Input Device: Alat input (masukan)
  2. Process Device: Alat yang menjalankan proses sistem komputer
  3. Output Device: Alat output (keluaran)
  4. Storage Device: Alat untuk menyimpan
Input Device adalah alat yang berfungsi sebagai media untuk memasukkan (input) data untuk diproses agar mengasilkan informasi yang dibutuhkan. Contohnya: Keyboard, Mouse, Touchpad, Joystick & Scanner.

Process Device adalah alat yang berfungsi untuk mengolah data yang sudah dimasukkan melalui alat input (input device). Contohnya: Power Supply (menyalurkan arus listrik ke seluruh perangkat), Motherboard (menghubungkan seluruh komponen komputer), Prosesor (mengeksekusi perhitungan kompleks yang memungkinkan komputer bisa digunakan untuk menjalankan program), RAM (tempat penyimpanan sementara),  VGA card (kartu grafis untuk menampilkan grafis / tampilan pada layar monitor),  Sound card (untuk menimbulkan suara/sound ke Speaker).

Output Device adalah perangkat yang berfungsi menampilkan hasil akhir dari data yang diolah oleh CPU. Contohnya: Monitor (menampilkan data berupa teks atau grafik), Printer (mencetak data pada media kertas), Speaker (unit keluaran suara).

Storage Device biasa disebut memory merupakan suatu alat untuk menyimpan atau menampung data dan program. Contohnya seperti Harddisk, Flashdisk, Cd/Dvd Room, dll

Itulah penjelasan singkat mengenai Hardware/Perangkat Keras Komputer, semoga bermanfaat.


Pengenalan dan Pengertian Resistor



Resistor berasal dari kata Resist yang artinya menahan/lawan atau hambat, menurut fungsi dasarnya resistor adalah komponen yang berfungsi sebagai penghambat atau pelawan arus listrik.
Satuan dasar yang digunakan pada resistor adalah OHM dan diberi notasi huruf R.
Resistor basa juga disebut Werstand (berasal dari bahasa Belanda)

Resistor terbagi menjadi 2 jenis yaitu:

  • Resistor tetap: adalah resistor yang mempunyai hambatan arus listrik tetap, contohnya resistor arang dan resistor kawat.
  • Resistor tidak tetap: adalah resistor yang mempunyai hambatan arus listrik yang dapat dirubah-rubah, contohnya potensiometer, trimpot (trimmer potensio), NTC, PTC, dll.